Dari Dapur ke Budaya, Restaurant Ramatama Luncurkan The Culture Hub Bersama Bobabotakbatik
NUSSAFAKTA.COM, Jakarta, Sabtu (24/1) — Restaurant Ramatama resmi berkolaborasi dengan penggiat batik dan budaya Bobabotakbatik dalam meluncurkan The Culture Hub, sebuah ruang pembelajaran budaya dan kuliner Nusantara yang berlokasi di kawasan Taman Aries, Jakarta Barat. Peluncuran ini menjadi upaya menghadirkan pelestarian budaya Indonesia yang dikemas secara modern, inklusif, dan relevan bagi masyarakat urban, khususnya generasi muda di wilayah Jabodetabek.
The Culture Hub by Ramatama diluncurkan sebagai ruang temu antara kekayaan cita rasa kuliner tradisional dengan berbagai unsur budaya Nusantara. Pada peluncuran perdananya, The Culture Hub mengangkat tema Peranakan sebagai representasi proses akulturasi budaya yang telah membentuk identitas sosial dan kultural masyarakat Indonesia sejak lama.
Restaurant Ramatama merupakan restoran milik Diana Fajarsari yang sejak awal dirintis dengan mengusung konsep kekeluargaan, keramahan, serta nuansa budaya dan nostalgia. Dalam acara peluncuran tersebut, Diana Fajarsari hadir didampingi Manajer Restaurant Ramatama, Despian, serta Ryan Maneka Hinze selaku art director dan konten kreator budaya serta batik Bobabotakbatik.
Owner Restaurant Ramatama, Diana Fajarsari, menyampaikan bahwa kehadiran Ramatama berangkat dari kerinduan masyarakat terhadap masakan rumahan khas Jawa, khususnya kuliner Jawa Tengah yang kaya rasa, nilai, serta filosofi kebersamaan. Ramatama mulai dirintis sejak tahun 2020 dengan tujuan menghadirkan ruang makan yang tidak hanya menyajikan hidangan, tetapi juga menghadirkan suasana hangat layaknya makan di rumah sendiri.
Sejak awal berdiri, Ramatama dibangun dengan semangat berbagi rasa, berbagi keramahan, dan berbagi kebersamaan. Seluruh bumbu dan resep yang digunakan merupakan resep turun-temurun keluarga yang hingga kini dijaga konsistensinya. Proses memasak dan penyajian dilakukan dengan standar ketat agar cita rasa autentik tetap terjaga. Pengunjung diharapkan tidak hanya menikmati makanan, tetapi juga merasakan nostalgia serta kehangatan suasana.
Saat ini, Restaurant Ramatama melayani berbagai segmen pengunjung, mulai dari keluarga, pekerja kantoran, hingga komunitas. Dengan suasana interior yang nyaman serta menu makanan yang beragam, Ramatama menjadi salah satu restoran di kawasan perumahan yang cukup digemari. Aneka menu yang tersedia cocok untuk santap makan siang, makan malam, maupun bersantai di sore hari. Hal ini tercermin dari banyaknya pelanggan yang kembali datang bersama keluarga maupun rekan kerja setiap harinya.
Restaurant Ramatama menghadirkan kurang lebih 50 jenis menu makanan dan minuman. Menu andalan meliputi Nasi Gandul, Nasi Liwet Sunda, Asem-asem Daging, serta berbagai hidangan tradisional lainnya. Untuk minuman, tersedia Es Jelly Sereh, Es Kolang Kaling, Es Cendol Dawet, Wedang Ronde, serta aneka minuman khas Nusantara. Pada momen tertentu, Ramatama juga menghadirkan menu spesial yang digemari masyarakat, seperti lontong capgomeh dan ketupat sayur.
Selain melayani tamu makan, Restaurant Ramatama juga membuka ruang untuk berbagai kegiatan dan acara. Dengan kapasitas hingga sekitar 100 orang, restoran ini dapat digunakan untuk acara ulang tahun, arisan, gathering komunitas, hingga kegiatan budaya. Berbagai program promo turut ditawarkan, antara lain diskon ulang tahun sebesar 15 persen, program keanggotaan, promo sewa ruangan, serta layanan pengantaran gratis untuk wilayah Jakarta Barat.
Manajer Restaurant Ramatama, Despian, menjelaskan bahwa tingginya minat masyarakat terhadap konsep restoran bernuansa budaya menjadi motivasi bagi manajemen untuk terus berkembang dan menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki visi sejalan.
Kolaborasi ini semakin bermakna dengan hadirnya The Culture Hub Royal Mahapraja Batik, sebuah wadah budaya yang digagas oleh Ryan Maneka Hinze. Culture Hub ini dirancang sebagai ruang kolaborasi terbuka untuk merawat, merayakan, serta meneruskan nilai-nilai budaya Indonesia kepada generasi muda.
Ryan Maneka Hinze menyampaikan bahwa Culture Hub by Ramatama lahir dari kegelisahan terhadap pergeseran minat generasi muda yang cenderung lebih mengagungkan budaya luar dibandingkan budaya bangsa sendiri. Menurutnya, budaya Indonesia perlu dikemas secara relevan agar dapat diterima, dipahami, dan dicintai oleh generasi masa kini.
Dalam peluncuran perdananya, The Culture Hub by Ramatama menghadirkan rangkaian kegiatan yang meliputi diskusi budaya, makan bersama, serta pembacaan dua belas shio Imlek yang sarat dengan nilai filosofi dan sejarah. Melalui tema Peranakan, pengunjung diajak memahami bagaimana budaya luar masuk ke Indonesia, berbaur dengan budaya lokal, dan membentuk identitas baru yang khas Nusantara.
The Culture Hub tidak hanya membahas batik, tetapi juga merangkul berbagai unsur budaya Nusantara lainnya, mulai dari wastra, musik tradisional, seni rupa, kuliner, hingga adat dan tradisi. Di dalam Restaurant Ramatama juga terdapat Toko Batik Royal Mahapraja yang dikenal sebagai brand batik tulis tailor made to measure yang bekerja sama langsung dengan para pengrajin lokal.
Sebagian besar koleksi Royal Mahapraja berasal dari sentra batik di Pulau Jawa, seperti Pekalongan dan Cirebon, serta dari berbagai daerah lain di Nusantara yang memiliki kekayaan wastra masing-masing.
Ke depan, The Culture Hub Royal Mahapraja direncanakan menjadi pusat kegiatan budaya dengan agenda rutin satu hingga dua kali setiap bulan dan terbuka bagi masyarakat Jabodetabek tanpa batasan latar belakang.
Di akhir acara, Diana Fajarsari berharap kolaborasi antara Restaurant Ramatama dan The Culture Hub Royal Mahapraja Batik dapat menjadi ruang edukasi, kebersamaan, dan penguatan identitas budaya bagi generasi muda. Melalui kuliner dan budaya, kolaborasi ini diharapkan mampu mengingatkan bahwa kekayaan budaya Indonesia bukanlah sesuatu yang kuno, melainkan identitas bangsa yang patut dijaga, dirayakan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
