Indonesia Berdiri di Atas Kaki Sendiri, Prabowo Umumkan Swasembada Pangan Nasional
NUSSAFAKTA.COM, Karawang – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan bahwa Indonesia telah berhasil mencapai swasembada pangan nasional. Pengumuman bersejarah tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri Panen Raya sekaligus deklarasi swasembada pangan di Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa capaian ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan kemandirian bangsa. Ia menyebut keberhasilan swasembada pangan sebagai bukti nyata kerja kolektif nasional dan komitmen kuat untuk berdiri di atas kekuatan sendiri.
“Hari ini kita mencatat kemenangan besar bagi bangsa Indonesia. Dengan mengucap bismillah, saya nyatakan bahwa rakyat Indonesia telah mencapai swasembada pangan. Ini adalah bukti bahwa kita mampu mengelola kekuatan kita sendiri,” tegas Presiden Prabowo di hadapan petani dan pemangku kepentingan sektor pertanian.
Keberhasilan ini mengingatkan kembali pada masa kejayaan pangan nasional pada era 1980-an, ketika Indonesia mampu memenuhi kebutuhan beras domestik dan bahkan diakui dunia internasional. Setelah lebih dari empat dekade, capaian serupa kini kembali terwujud dengan capaian produksi yang bahkan melampaui kebutuhan nasional.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik melalui Kerangka Sampel Area (KSA) November 2025, produksi beras nasional tahun 2025 diproyeksikan mencapai 34,71 juta ton. Angka ini menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah dan memastikan kebutuhan pangan dalam negeri terpenuhi tanpa ketergantungan impor.
Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa target swasembada pangan sejatinya diproyeksikan tercapai dalam waktu empat tahun. Namun berkat kekompakan dan kerja keras seluruh elemen pertanian, target tersebut berhasil direalisasikan hanya dalam satu tahun pemerintahan.
“Terima kasih kepada seluruh petani, penyuluh, dan komunitas pertanian. Dalam waktu satu tahun, kita sudah mampu berdiri di atas kaki sendiri dan tidak lagi bergantung pada bangsa lain,” ujarnya.
Dampak keberhasilan ini tidak hanya dirasakan di dalam negeri, tetapi juga memengaruhi pasar global. Penghentian impor beras oleh Indonesia turut menekan harga beras dunia secara signifikan, mencerminkan besarnya peran Indonesia dalam ekosistem pangan global.
Keberhasilan swasembada pangan didukung oleh kebijakan terintegrasi, mulai dari intensifikasi pertanian melalui penggunaan benih unggul, modernisasi alat dan mesin pertanian, optimalisasi irigasi, hingga percepatan cetak sawah baru. Pemerintah juga melakukan reformasi besar dalam tata kelola pupuk bersubsidi dengan menyederhanakan regulasi serta menurunkan harga eceran tertinggi.
Di sisi hilir, kebijakan penyerapan gabah oleh Perum BULOG dengan harga kompetitif memberikan kepastian pasar bagi petani. Langkah ini tidak hanya meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga mendorong lonjakan cadangan beras pemerintah hingga mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan merupakan hasil sinergi lintas sektor, melibatkan kementerian dan lembaga, TNI-Polri, BUMN pangan, asosiasi petani, serta seluruh petani Indonesia.
“Ini bukan keberhasilan satu pihak, tetapi buah kerja bersama seluruh anak bangsa. Swasembada pangan adalah simbol kedaulatan dan harga diri bangsa,” ujar Mentan.
Keberhasilan tersebut juga berdampak langsung pada kesejahteraan petani, tercermin dari Nilai Tukar Petani yang mencapai rekor tertinggi, serta pertumbuhan signifikan sektor pertanian terhadap Produk Domestik Bruto nasional.
Dengan capaian ini, Indonesia tidak hanya memastikan ketahanan pangan nasional, tetapi juga menegaskan posisinya kembali sebagai bangsa mandiri yang berdaulat di sektor pangan dan berkontribusi bagi stabilitas pangan dunia.
